DartaCorp – Jejak perjuangan Darwis Manalu dalam mendirikan dan mengembangkan sejumlah perusahaan tak diragukan lagi. Sejak dia bersama kedua temannya, Kadek Sumadi dan Wen Lie mendirikan KDW Consulting pada 2003 lalu, membuka peluang lebih luas dan besar bagi Darwis untuk mengembangkan sayap. Pada 2006, Darwis yang merupakan CEO dan Founder Darta Corp mendirikan Darta Outsourcing. Di samping itu, didirikan pula business cluster lain yakni Darta Technology (2015) dan Darta Agribusiness (2017).

Darta Outsourcing

Dengan kerja keras dan perjuangan yang gigih, Darwis mengelola dan mengembangkan Darta Outsourcing hingga kini menjadi salah satu business cluster yang memiliki prospek cukup menjanjikan. Perusahaan jasa outsourcing yang merupakan Integrated Management Service ini memiliki tiga sub unit bisnis, yaitu PT Global Maju Bersama, PT Global Mitra Bersama, dan PT Global Media Bersama.

Banyak perusahaan yang menggunakan jasa Darta Outsourcing merasakan manfaatnya, karena melalui Darta Outsourcing, perusahaan bisa lebih fokus mengurus core businessnya. Jadi tak salah bila Darta Outsourcing menjadi pilihan terbaik dalam penyediaan sumber daya manusia bagi perusahaan.

Baca juga: Peran Outsourcing dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan

Darta Technology

Pada business cluster lainnya, Darta Corp semakin menunjukkan taringnya dengan terjun ke dalam bisnis berbasis teknologi melalui Darta Technology. Inovasi produk dengan menggunakan teknologi canggih adalah strategi ampuh untuk menunjukan jati diri dan kualitas perusahaan.

Salah satu produk gemilang ciptaan dari Darta Technology yang bernama Polintek Synthetic Sleeper, telah melalui proses pengujian untuk yang ketiga kalinya yang dilakukan di kawasan Puspiptek, B2TKS, BPPT, Setu, Tangerang Selatan, Banten, Kamis, 8 Juni 2017. Pengujian yang dilakukan oleh pihak BPPT ini adalah dalam rangka untuk memenuhi Japanese Industrial Standards (JIS).

Sebelum pengujian tersebut, Darta Technology telah melakukan riset terhadap produk inovatif ini selama sekitar 2 tahun. Tahapan pertama adalah riset yang dilakukan mulai akhir tahun 2015. Tahapan kedua adalah membuat spesimen. Lalu, tahap ketiga yakni membuat prototype. Keduanya telah dilakukan pengujian di BPPT.

Kegunaan dari Polintek Synthetic Sleeper adalah sebagai bantalan rel kereta api dengan bahan dasar utamanya adalah polimer. Sifat dari polimer ini cukup unik, karena bisa menjadi sangat kuat melebihi beton, namun dapat juga lentur seperti kayu.

Baca juga: Darwis, Eks Tukang Minyak yang Sukses Membangun Kerajaan Bisnis Darta Corp

Sementara material yang digunakan saat ini sebagai bantalan rel kereta api adalah kayu. Namun, seperti diketahui bahwa kayu kini sudah tidak diperbolehkan lagi karena faktor lingkungan. “Polintek Synthetic Sleeper berbahan dasar polimer lebih ramah lingkungan dan bisa bertahan hingga 40 tahun,” kata Product Invention Darta Technology, Fauzi Firmansyah, Dipl-Ing di sela acara pengujian.

Pada 6 Juli 2017, Darta Technology kembali melakukan pengujian yang keempat atau terakhir dari produk Polintek Synthetic Sleeper di Gedung B2TKS-BPPT. Pengujian yang dinamakan Dynamic Test ini menguji ketahanan dan kekerasan dari Polintek Sintetik Sleeper dengan cara memberikan beban dinamis seberat 28.0 N/mm2 atau 65,33 KN sebanyak 100.000 kali penekanan.

Setelah melalui proses pengujian selama 6 jam, Polintek Sintetik Sleeper dinyatakan lulus pengujian dan memenuhi persyaratan JIS. Dan selanjutnya Darta Technology akan melakukan sertifikasi terhadap Polintek Sintetik Sleeper sehingga dapat segera dipakai di Indonesia dan di manca negara. Acara dihadiri oleh sejumlah pihak, yaitu PT KAI, Kementerian Perhubungan, Komunitas Pecinta Kereta Api, dan perwakilan dari Darta Technology.

Darta Agribusiness

Peluang bisnis lain yang dijadikan business cluster dari Darta Corp adalah bisnis yang bergerak di bidang agribisnis. Unit bisnis ini didirikan karena Indonesia sebagai negara agraris mempunyai potensi yang sangat besar dalam bidang pertanian. Selain itu juga masih rendahnya kesadaran masyarakat Indonesia untuk mengonsumsi makanan sehat lokal. Darta Agribusiness (Sembago) juga berperan dalam memberikan pengarahan kepada para petani serta membantu menjualkan hasil produk mereka melalui sistem online.

“Kami memberikan edukasi kepada petani berupa pengarahan untuk meningkatkan kualitas produk menjadi lebih baik. Selain itu diberikan juga pengarahan mengenai tren produk yang dibutuhkan dan diminati konsumen,” kata CEO dan Founder Darta Agribusiness yang juga Vice President Darta Corp, Moses Pangeran Lukman.

Moses yang juga Vice President Darta Corp ini meyakini dengan berbisnis di bidang agribisnis membuka kesempatan yang lebar untuk mencapai kesuksesan. Agribisnis menjadi salah satu investasi/usaha yang sangat diminati dan terus berkembang, karena agribisnis memiliki keuntungan yang sangat menjanjikan terutama di bidang pertanian.

Baca juga: Inspirasi Sukses, Menengok Strategi Bisnis Terbaru Darta Corp

Beberapa produk andalan Sembago yang saat ini ditawarkan ke konsumen adalah wortel, pak choi, jagung, lobak, selada, dan paprika. Menurut Moses, produk-produk ini sangat diminati restoran-restoran Jepang. “Dari produk andalan ini kami sudah mengerti dari segi pola tanamnya dan treatment-nya.”

Dia juga mengatakan, langkah awal yang harus dilakukan adalah membangun kepercayaan konsumen terhadap produk yang ditawarkan Sembago. “Setelah kepercayaan konsumen sudah terbentuk, maka akan lebih mudah menjalankan sistem online. Rencananya kami akan membuat online shop. Harapannya Sembago bisa menjangkau lebih luas lagi dan lebih mudah diperoleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka.”

Ketiga business cluster milik Darta Corp tersebut disediakan karena demi memenuhi dan melayani kebutuhan masyarakat. Dengan terus tumbuh dan berkembangnya setiap business cluster, Darta Corp bisa menjadi salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia sebagai penyedia jasa layanan terpadu dan kian kokoh menjadikan perusahaan sebagai aset bangsa sesuai dengan salah satu butir dari Darta Values, yakni Asset to the Nation.

Darta Corp Semakin Memantapkan Diri sebagai Aset Bangsa

DartaCorp – Jejak perjuangan Darwis Manalu dalam mendirikan dan mengembangkan sejumlah perusahaan tak diragukan lagi. Sejak dia bersama kedua temannya, Kadek Sumadi dan Wen Lie mendirikan KDW Consulting pada 2003 lalu, membuka peluang lebih luas dan besar bagi Darwis untuk mengembangkan sayap. Pada 2006, Darwis yang merupakan CEO dan Founder Darta Corp mendirikan Darta Outsourcing. Di samping itu, didirikan pula business cluster lain yakni Darta Technology (2015) dan Darta Agribusiness (2017). Darta Outsourcing Dengan kerja keras dan perjuangan yang gigih, Darwis mengelola dan mengembangkan Darta Outsourcing hingga kini menjadi salah satu business cluster yang memiliki prospek cukup menjanjikan. Perusahaan jasa